Nanik Mundur dari Jabatan Kepala BGN Akibat Masalah Kesehatan
Nanik resmi mengundurkan diri dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan, namun tetap menjabat sebagai Komisaris Pertamina.
Alasan Pengunduran Diri
Keputusan untuk melepas jabatan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) diambil oleh Nanik dengan alasan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas secara optimal. Langkah ini diambil guna memastikan keberlangsungan program strategis nasional di bawah kepemimpinan yang prima.
Presiden Prabowo Subianto dilaporkan telah menerima keputusan pengunduran diri tersebut secara langsung. Presiden menyatakan keprihatinan atas kondisi kesehatan yang dialami oleh Nanik selama masa tugasnya di lembaga tersebut.
Peran Pengawasan di BGN
Walaupun tidak lagi menjabat sebagai pucuk pimpinan di BGN, Nanik tidak sepenuhnya melepaskan keterlibatannya dalam lembaga tersebut. Terdapat instruksi khusus agar ia tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya roda organisasi di Badan Gizi Nasional.
Hal ini bertujuan agar transisi kepemimpinan dapat berjalan stabil dan program-program yang telah dirancang tetap sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah. Fokus utama pengawasan akan diarahkan pada efektivitas implementasi kebijakan gizi nasional.
Status Jabatan di Pertamina
Di tengah perubahan peran di pemerintahan, Nanik dipastikan tetap memegang tanggung jawab profesional di sektor energi. Ia masih menjabat sebagai Komisaris Pertamina, sebuah posisi yang akan terus ia jalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keberlanjutan peran di Pertamina menunjukkan bahwa meski terdapat kendala kesehatan untuk peran eksekutif di BGN, kapasitas profesionalnya di bidang pengawasan perusahaan negara tetap diakui. Langkah ini juga memberikan kepastian bagi stabilitas tata kelola di kedua instansi tersebut.






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)